Jejak Penugasan Rektor

Pada tanggal 14 Agustus 2013, sebuah BUMN yang peduli terhadap pendidikan di Indonesia menggabungkan 4 perguruan tinggi yang dikelolanya (IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, Stisi Telkom) menjadi sebuah universitas baru, bernama Universitas Telkom.

Dengan penugasan resmi, diantaranya berupa surat persetujuan dan surat tugas dari Rektor ITS, amanah sebagai rektor dimulai pada tanggal 21 Agustus 2013. Kedua institusi terkait, telah menjalin MoU, bahkan secara resmi ada “imbal kompensasi” pertahun kepada ITS atas penugasan tersebut.

Kondisi awal penuh tantangan dan disertai keterbatasan yang luar biasa.

Jumlah mahasiswa hasil gabungan 4 institusi sebanyak 17.000, dosen saat itu 600 orang, namun hanya 38 yang berkualifikasi S3 (7%).

Hampir 50% staf pengajar belum memiliki jabatan fungsional (Asisten Ahli) dan sekitar 20% masih terkendala NIDN. Meskipun telah berusia 23 tahun, namun perguruan tinggi ini belum memiliki Guru Besar.

Penelitian belum begitu membudaya, tercatat ada 64 dokumen terindeks Scopus sejak 4 perguruan tinggi tersebut berdiri, yaitu thn 1990.

Dengan strategi yang tepat, disertai dengan kerjasama yang kuat, dan semangat kerja keras semua pihak, maka prestasi gemilangpun dapat diraih walau kondisi awal masih penuh keterbatasan.

Tahun 2018, atau 5 tahun setelah berdiri, student body meningkat menjadi 30.000 termasuk mahasiswa internasional dari 30 negara. Memiliki 7 fakultas dan 31 program studi, dimana 50% telah terakreditasi internasional (ABEST 21 Japan, ASIC London, IABEE).

Jumlah dokumen terindeks Scopus tercatat ada 1355 (naik 2000%, dari 64 paper di tahun 2013). Jumlah mahasiswa pendaftar pertahun naik dari 22.000 di tahun 2013 menjadi 44.000 di tahun 2017.

1. Akreditasi BAN PT

– Terakreditasi institusi “A” (Unggul) pada Desember 2016. Sebelumnya, institusi ini masih belum terakreditasi, karena merupakan perguruan tinggi baru. Demikian pula institusi sebelum digabung, 3 belum terakreditasi, sedangkan 1 diantaranya, telah terakreditasi B.

– Program Studi yang terakreditasi A berjumlah 22 (70%), sebelumnya ada 6 prodi di tahun 2013.

2. Pemeringkatan Kemenristek Dikti, Agustus 2018

– Penerima Sinta Award, peringkat 1, sebagai institusi swasta terproduktif dalam publikasi ilmiah 3 tahun terakhir.

– Peringkat 3 terbaik se Indonesia, dari 4600 perguruan tinggi, dalam pengelolaan Inovasi.

– Peringkat 6 terbaik se Indonesia dalam pengelolaan Kelembagaan.

3. Pemeringkatan Lembaga Internasional berbasis web, Juli 2018.

– Peringkat ke 10 se Indonesia oleh Webometric

– Peringkat ke 11 se Indonesia oleh UniRank (4ICU)

– Peringkat ke 9 se Indonesia oleh UI Greenmetric

4. Pemeringkatan Lembaga Internasional dalam hal Publikasi Internasional Bereputasi (terindeks Scopus)

– Peringkat 10 se Indonesia, oleh SCIMAGO

Pada tanggal 30 Agustus 2018, amanah telah diselesaikan. Biduk telah estafet dipercayakan kepada putra internal, satu satunya Guru Besar, Dr. Adiwijaya.

Kini saatnya untuk kembali ke almamater, membangun ITS sehingga menjadi istana yang nyaman bagi seluruh stake holder.

Kondisi ITS saat ini yang sangat istimewa, student body 20.000, dosen sekitar 1000 orang, dimana 480 diantaranya berkualifikasi S3 (46%) dan 78 orang Guru Besar, sangat memungkinkan reputasi ITS melambung jauh lebih tinggi, masuk sebagai universitas terbaik di Indonesia dan dunia.

ARSIP DAN LINK.

1. Pemeringkatan oleh Kemenristek Dikti

http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id/index.php/pemeringkatan/hasil2018?cari=041057

2. Peringkat 1 terbaik PTS di Indonesia (peringkat 10 PTN PTS) oleh lembaga pemeringkat internasional:

a) Webometric, July 2018

http://www.webometrics.info/en/Asia_es/Indonesia

b) Scimago, July 2018

https://www.scimagoir.com/rankings.php?country=IDN

c) UniRank (4ICU), July 2018

https://www.4icu.org/id/

d) UI Greenmetric, 2018

http://greenmetric.ui.ac.id/detailnegara2017/?negara=Indonesia

3. Peringkat 20 terbaik se Indonesia, dalam database Scopus. Tercatat jumlah dokumen yang terindeks Scopus sebanyak 1355 pada Oktober 2018.

https://www.scopus.com